Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ramadhan Sebagai Momentum Menggapai Cinta Illahi dan Titik Awal Perubahan Diri

humannesia.com / RESOLUSI RAMADHAN - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia, segala amal ibadah yang kita lakukan akan dilipatganda, bukan hanya itu, Ramadhan juga menjadi momentum untuk merefleksikan diri dan membangun kebiasaan baik yang dapat berlanjut sepanjang tahun.


Nasyuwa Nabilla SMAN 1 Setia Bakti

Menurut saya, Ramadhan seharusnya menjadi ajang untuk memperbaiki kualitas diri, bukan hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam kedisiplinan dan kepedulian terhadap sesama. Sayangnya, banyak orang yang hanya bersemangat melakukan kebaikan selama bulan ini, namun kembali ke kebiasaan lama setelahnya.

Salah satu kebiasaan yang menurut saya sangat penting untuk diterapkan selama Ramadhan adalah memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang berfaedah. Misalnya, membaca Al-Qur'an setelah shalat, bukan hanya menambah pahala, tetapi juga meningkatkan pemahaman kita terhadap ajaran Islam.

Selain itu, membantu orang tua dalam pekerjaan rumah juga merupakan bentuk kepedulian yang perlu dibangun, karena sering kali tugas domestik hanya dianggap sebagai tanggung jawab ibu semata. Dengan membantu pekerjaan rumah, kita tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga belajar untuk lebih bertanggung jawab.

Selain itu, Ramadhan juga mengajarkan kita tentang kesabaran. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri dalam menghadapi berbagai situasi. Saya percaya bahwa jika kita benar-benar memahami esensi kesabaran dalam Ramadhan, kita akan lebih siap menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang dan bijaksana.

Namun, yang menjadi tantangan utama adalah bagaimana mempertahankan kebiasaan baik ini setelah Ramadhan berakhir. Sering kali, kita hanya fokus pada ibadah dan amal kebaikan selama bulan suci, lalu perlahan-lahan melupakan kebiasaan tersebut di bulan-bulan berikutnya. Padahal, menurut saya, justru inilah yang harus diubah. Ramadhan seharusnya menjadi awal dari perubahan yang lebih besar, bukan hanya momen sesaat.

Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa setiap orang harus memiliki komitmen untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadhan. Membaca Al-Qur'an, membantu sesama, menjaga kedisiplinan, dan menahan emosi bukanlah hal yang hanya relevan di bulan puasa, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita benar-benar ingin menjadi pribadi yang lebih baik, kita harus menjadikan Ramadhan sebagai titik awal, bukan hanya sebagai momen tahunan yang berlalu begitu saja.

Dengan demikian, saya berharap bahwa semangat kebaikan di bulan Ramadhan dapat terus hidup dalam diri kita sepanjang tahun. Tidak ada alasan untuk kembali ke kebiasaan lama setelah Ramadhan berakhir. Justru, kita harus menjadikannya sebagai batu loncatan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, baik dalam aspek spiritual maupun sosial. Jika kita bisa mempertahankan kebiasaan baik ini, maka Ramadhan benar-benar telah memberikan makna yang mendalam bagi perjalanan hidup kita.


Penulis : Nasyuwa Nabilla
Siswi Kelas XII IPA SMA Negeri 1 Setia Bakti, Aceh Jaya.